Rhoma Irama Jadi Ketua Partai Idaman

6:06 PM |

Berita Hari Ini : Raja dangdut, Rhoma Irama, bersama rekannya mendirikan Partai Idaman, partai baru bernuansa Islam. Idaman merupakan akronim dari Partai Islam Damai Aman. "Partai ini bertujuan menampilkan wajah Islam yang berbeda," kata Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama, di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2015. 

Rhoma mengatakan pembentukan partai berbasis agama ini lantaran selama ini Islam lebih dikenal dengan stigma negatif. "Islam lebih banyak dikenal karena terorisme dan ekstremisme," kata Rhoma yang mengenakan baju partai dengan nuansa warna hijau. "Kami ingin hapus phobia tentang Islam."

Menurut Rhoma, pihaknya sudah meminta pengesahan akta notaris dalam rangka proses peresmian partainya. Selanjutnya ia berencana akan mendeklarasikan secara resmi partai ini pada 17 Agustus 2015, atau bertepatan dengan perayaan kemerdekan RI ke-70. "Hari ini masih soft launching," katanya. 

Peluncuran singkat partai ini dihadiri sekitar 100 orang. Berbeda dengan sang ketua umum, para hadirin mengenakan pakaian muslim lengkap dengan hijab bagi para muslimah dan baju koko bagi para pria. Acara yang dibarengi berbuka puasa ini dimulai sekitar pukul 16.30 di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Langkah Rhoma yang membentuk partai baru semakin menegaskan sikapnya yang tak kapok menjajal peruntungan di dunia politik. Jumat, 10 Juli 2015, ia mendirikan Partai Idaman. Sebelumnya, si Raja dangdut berkali-kali gagal menjadi calon presiden. Rhoma sejak 1977 adalah politikus Partai Persatuan Pembangunan. 

Kiprahnya selama di PPP mampu menyedot pendukung lewat atraksi dakwah dan pidato politiknya. Namun, pada 1997 Rhoma justru aktif menjadi juru kampanye Partai Golkar, yang menjadi penguasan pemerintahan saat itu. Banyak pendukung Rhoma di PPP yang kecewa. Namun, pada pemilu 2009, Rhoma lompat balik ke PPP.

sumber : tempo.co.id
Read more…

Video Akil Mochtar Tampar Wartawan di Gedung KPK

11:07 PM |


Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menampar seorang wartawan surat kabar nasional saat digelandang masuk ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (3/10/2013) malam.

Kejadian itu berlangsung tepat saat Akil keluar dari mobil tahanan di depan gerbang Rutan KPK.

Ceritanya, saat itu Akil dikerumuni puluhan wartawan. Seorang wartawan yang berdiri dekat dengan Akil mengajukan pertanyaan.

"Bapak pernah bilang koruptor itu layak dihukum potong jari? Kalau Bapak terbukti bersalah, siap potong jari?" tanya wartawan tersebut.

Namun, alih-alih mendapat jawaban, tangan Akil mendadak mendarat di pipi wartawan tersebut.

"Tiba-tiba Akil melotot, tangannya melayang, tidak kencang tamparannya. Saya hanya kaget dan saya pikir saat itu dia marah," tutur wartawan tersebut.

Tindakan akil ini pun membuat wartawan lain yang mengerumuni Akil geram. Sempat terjadi keributan kecil antara para wartawan dan Akil.

Secara sigap petugas keamanan KPK pun berhasil menenangkan situasi dan membawa masuk Akil ke Rutan KPK.

Untuk diketahui, hukuman potong jari tangan untuk koruptor ini pernah diusulkan Akil sebagai tanggapan atas maraknya kasus korupsi di Indonesia. Ketika itu, Akil menilai bahwa koruptor perlu diberi hukuman kombinasi antara pemiskinan dan pemotongan salah satu jari tangan. Ia beranggapan, pidana penjara dan pembayaran denda tak ampuh memberikan efek jera kepada koruptor.

"Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan pemotongan salah satu jari tangan koruptor saja cukup," kata Akil Mochtar pada 12 Maret 2012 ketika masih menjabat Juru Bicara MK.

KPK menahan Akil di Rutan KPK setelah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Akil diduga menerima suap terkait kepengurusan perkara sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten, dan Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Read more…